Biografi Johan Cruyff, Maestro Total Football Ajax, Barcelona dan Belanda

Johan Cruyff merupakan pemain legendaris asal Belanda yang juga menjadi seorang pelatih. Ia juga dikenal dengan nama ejaan Belanda, Johan Cruijff. Cruyff menghabiskan sebagian besar karirnya di Ajax Amsterdam dan Barcelona. Semasa bermain ia pernah meraih 3 kali trofi Ballon d’Or dan 3 kali meraih trofi Liga Champions bersama Ajax. Cruyff sempat mengantar Belanda ke babak final Piala Dunia 1974. Meski akhirnya kalah, ia terpilih jadi pemain terbaik turnamen. Cruyff dikenal mengembangkan filosofi bermain Total Football, baik saat sebagai pemain maupun pelatih. Ia terpilih sebagai pemain terbaik Eropa abad 20 versi IFFHS. Johan Cruyff pun menjadi salah satu figur populer dan paling berpengaruh sepanjang sejarah sepakbola. Berikut merupakan info profil dan biografi Johan Cruyff.

Biodata Johan Cruyff

Nama lengkap : Hendrik Johannes Cruyff
Tempat lahir : Amsterdam, Belanda
Tanggal lahir : 25 April 1947
Tempat meninggal : Barcelona, Spanyol
Tanggal meninggal : 24 Maret 2016 (usia 68 tahun)
Kebangsaan : Belanda
Tinggi : 180 cm
Posisi : Penyerang, gelandang serang

biografi johan cruyff

Johan Cruyff di Timnas Belanda

Biografi Johan Cruyff

Ajax Amsterdam

Johan Cruyff mengawali karir sepakbola profesional di klub Ajax Amsterdam sejak tahun 1964 setelah sebelumnya membela tim juniornya. Ia pun langsung jadi andalan Ajax dimana ia berposisi sebagai penyerang dan gelandang serang. Bersama Ajax di periode pertamanya, Cruyff menghabiskan 9 musim. Total 5 gelar Eredivisie Liga Belanda dan 4 gelar KNVB Cup ia raih di periode pertama bersama Ajax. Sebagai tambahan, Cruyff juga 2 kali menjadi top skor Liga Belanda, masing-masing di tahun 1967 (33 gol) dan 1972 (25 gol).

Di awal 70an, Cruyff mampu membawa Ajax meraih kejayaan di pentas Eropa dengan meraih 3 trofi European Cup atau Liga Champions 3 kali berturut-turut antara tahun 1971 sampai 1973. Mereka juga berhasil menyabet UEFA Super Cup dan Intercontinental Cup di tahun 1972. Cruyff dan Ajax terkenal dengan gaya bermain Total Football yang juga lekat dengan permainan timnas Belanda. Di tahun 1973, Cruyff akhirnya pindah dari Ajax ke klub Spanyol, Barcelona dengan nilai transfer yang jadi rekor pemain termahal dunia saat itu, yaitu 2 juta US dollar.

Barcelona

Di Barca, Cruyff berhasil membantu klub tersebut meraih gelar juara La Liga Spanyol pertama sejak tahun 1960 dengan mematahkan dominasi Real Madrid. Ia pun langsung jadi favorit publik Catalan, wilayah asal Barcelona. Cruyff pun dianugerahi trofi Ballon d’Or di tahun 1974, yang merupakan gelar ke-3 nya setelah pada tahun 1971 dan 1973 saat masih bermain di Ajax. Cruyff juga meraih trofi Copa del Rey 1978 sebelum sempat akan memutuskan pensiun di tahun 1978.

Ia kemudian memilih melanjutkan karir di Amerika Serikat bersama klub Los Angeles Aztecs (1979) dan Washington Diplomats (1980-81). Cruyff kemudian kembali ke Liga Spanyol bersama klub Levante. Namun cedera yang kambuh membuat karirnya di Levante berjalan singkat. Cruyff kemudian kembali ke Ajax Amsterdam. Tambahan 2 gelar Eredivisie di periode keduanya ini membuat total Cruyff menyabet 8 trofi Liga Belanda bersama Ajax. Musim terakhirnya dihabiskan di klub Feyenoord dengan menjadi juara Liga Belanda, membuatnya total menyabet 9 trofi Liga Belanda.

Timnas Belanda

Cruyf memulai debut bersama timnas Belanda sejak tahun 1966. Ia dikenal selalu mengenakan jersey nomor punggung 14, yang juga ia gunakan di Ajax, menyalahi tren di masa itu dimana pemain inti biasanya menggunakan nomor 1 sampai 11. Karena itu, Cruyff sempat dijuluki Nummer 14. Momen terbesar Cruyff bersama timnas terjadi di Piala Dunia 1974. Dengan permainan Total Football racikan pelatih Rinus Michels, Belanda memainkan sepakbola atraktif dan mampu melaju ke babak final.

Sayang di final Belanda dikalahkan Jerman Barat. Cruyff pun terpilih sebagai pemain terbaik turnamen dan masuk dalam All-Star Team. Cruyff kemudian pensiun dini dari timnas Belanda di tahun 1977. Alasan pensiunnya Cruyff dari timnas saat usianya masih 30 tahun adalah alasan keamanan dan pandangan politik terkait negara Argentina yang jadi tuan rumah Piala Dunia 1978 saat itu. Total ia menorehkan 48 caps dan mencetak 33 gol, menjadikannya top skor timnas Belanda ke-7 sepanjang masa.

Cruyff memutuskan pensiun sebagai pemain di tahun 1984. Ia jadi top skor kedua sepanjang masa Ajax Amsterdam dan top skor ketiga sepanjang masa Eredivisie Belanda. No. 14 yang ia gunakan di Ajax juga dipensiunkan sejak tahun 2007 untuk menghormati Cruyff.

Karir Pelatih

Johan Cruyff kemudian menjajal karir pelatih. Ia melatih Ajax sejak tahun 1985 sampai 1988. Gelar KNVB Cup 1986 dan 1987 serta Winners Cup 1987 berhasil diraih. Cruyff menerapkan sistem fondasi taktik bagi Ajax yang dinamai Cruyff’s system, yang berjasa pada kesuksesan Ajax di tahun 90an. Cruyff kemudian melatih Barcelona selama 9 musim, menjadikannya salah satu pelatih terlama dalam sejarah klub. Ia pun jadi salah satu pelatih tersukses Barcelona, termasuk meraih trofi Liga Champions pertama bagi Barca di tahun 1992. Gelar lain yang diraih adalah 4 trofi La Liga, 1 Copa del Rey, 3 Supercopa de Espana, 1 Winners Cup dan 1 UEFA Super Cup.

pelatih johan cruyff

Johan Cruyff saat menjadi pelatih

Cruyff pun memberi filosofi bagi permainan Barcelona. Tak heran jika ia dikenal sebagai legenda Ajax dan Barcelona, karena ia pernah bermain dan melatih 2 klub tersebut. Sistem pembinaan pemain muda yang ia terapkan disebut ‘Barcajax Scholl’, merujuk pada 2 klub yang ia latih. Ia pun mengembangkan pembinaan youngster La Masia Barcelona. Sistem permainan tiki-taka juga pertama kali ia kembangkan, yang kemudian disempurnakan Pep Guardiola sejak tahun 2009 yang pernah ia latih. Cruyff juga dianggap sebagai penemu teknik berlatih rondos atau istilah Indonesia-nya yaitu ‘kucing-kucingan’.

Nama Cruyff pun dikenal luas di dunia sepakbola, berkat prestasi dan fiolosfinya sebagai pemain dan pelatih. Ia jadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa, berada di peringkat 2 versi IFFHS dan peringkat 3 versi World Soccer. Peraih Ballon d’Or 3 kali, menjadi pemain terbaik Piala Dunia, mencetak sejumlah rekor gol serta namanya diabadikan dalam beberapa hal, mulai dari nama turnamen, nama skill, nama penghargaan hingga nama asteroid, tak heran jika Johan Cruyff menjadi salah satu tokoh sepakbola paling berpengaruh sepanjang masa.

Karir Klub Johan Cruyff

1964-1973 – Ajax Amsterdam
1973-1978 – Barcelona
1979 – Los Angeles Aztecs
1980-1981 – Washington Diplomats
1981 – Levante
1981-1983 – Ajax Amsterdam
1983-1984 – Feyenoord

Caps Timnas Belanda : 48 main, 33 gol

Sebagai Pelatih

1985-1988 – Ajax Amsterdam
1988-1996 – Barcelona
2009-2013 – Timnas Katalan

Penghargaan Johan Cruyff

Ajax
European Cup/Liga Champions – 3 kali (1971, 1972, 1973)
Eredivisie Belanda – 8 kali (1966, 1967, 1968, 1970, 1972, 1973, 1982, 1983)
KNVB Cup – 5 kali (1967, 1970, 1971, 1972, 1983)
UEFA Super Cup (1972)
Intercontinental Cup (1972)
Intertoto Cup (1962)

Barcelona
La Liga (1974)
Copa del Rey (1978)

Feyenoord
Eredivisie Belanda (1984)
KNVB Cup (1984)

Timnas Belanda
Runner up Piala Dunia (1974)
Peringkat 3 Piala Eropa (1976)

Prestasi Individu
Ballon d’Or – 3 kali (1971, 1973, 1974)
Pemain Terbaik Piala Dunia (1974)
FIFA World Cup All-Star Team (1974)
Top Skor Liga Belanda – 2 kali
Dutch Footballer of the Year – 3 kali (1968, 1972, 1984)
Dutch Sportsman of the Year – 2 kali (1973, 1974)
North American Soccer League MVP (1979)
FIFA World Cup All-Time Team (1994)
FIFA World Cup Dream Team (2002)
World Team of the 20th Century (1998)
FIFA 100 (2004)
World Soccer’s Greatest XI of All Time (2013)
UEFA Jubilee Award – Golden Player of Netherlands (2003)
Laureus World Sport Awards – Lifetime Achievement Award (2006)
FIFA Order of Merit (2010)
UEFA President’s Award (2013)
Officer of the Order of Orange-Nassau dari Pemerintah Belanda (2002)
Gold Medal of the Royal Order of Sporting Merit dari Perdana Menteri Spanyol (2016)

Rekor Pribadi
Pemain Terbaik Eropa Abad 20 versi IFFHS
Pemain Terbaik Dunia Ke-2 Abad 20 versi IFFHS
Pemain Terbaik Dunia Ke-3 Abad 20 versi France Football
Pemain Terbaik Dunia Ke-3 Abad 20 versi World Soccer
Nomor punggung 14 yang ia gunakan di Ajax dipensiunkan
Memecahkan Rekor Transfer Dunia (1973, Ajax ke Barcelona)
Mencetak 6 gol dalam 1 pertandingan Eredivisie (1970)
Namanya Diabadikan Sebagai Nama Skill ‘Cruyff Turn’
Namanya Diabadikan Sebagai Nama Turnamen ‘Johan Cruyff Shield’ atau Dutch Super Cup
Namanya Diabadikan Sebagai Nama Penghargaan ‘Johan Cruyff Award’ Untuk Pemain Muda Terbaik Belanda
Namanya Diabadikan Sebagai Nama Asteroid ‘14282 Cruijff’
Top Skor Ke-2 Ajax Sepanjang Masa (271 gol)
Top Skor Ke-7 Timnas Belanda Sepanjang Masa (33 gol)
Top Skor Ke-3 Eredivisie Sepanjang Masa (216 gol)
Pelatih Terlama Barcelona (8 musim)
Satu dari 7 Orang yang Menjadi Juara Liga Champions Sebagai Pemain dan Pelatih

Penghargaan Pelatih

Ajax
KNVB Cup – 2 kali (1986, 1987)
Winners Cup (1987)

Barcelona
European Cup/Liga Champions (1992)
La Liga – 4 kali (1991, 1992, 1993, 1994)
Copa del Rey (1990)
Supercopa de Espana (1991, 1992, 1994)
Winners Cup (1989)
UEFA Super Cup (1992)

Prestasi Individu Pelatih
World Soccer Manager of the Year (1987)
European Coach of the Season (1992)
Onze d’Or Coach of the Year – 2 kali (1991, 1992)
Don Balon Award Coach of the Year -2 kali (1991, 1992)

Tags:
Biografi Johan Cruyff, Maestro Total Football Ajax, Barcelona dan Belanda | Mokhammad Zakky | 4.5

Komentar Mitra Sepakbola