Pengertian False Nine dalam Taktik Sepakbola Modern

Sepakbola dikenal sebagai olahraga dengan berbagai varian taktik dan formasi. Selain sejumlah posisi baku seperti kiper, bek, gelandang atau penyerang, banyak juga posisi lain yang lebih spesifik seperti playmaker, gelandang box to box atau sweeper. Dalam beberapa tahun muncul lagi tren posisi baru bernama false nine. Lalu apa sebenarnya pengertian false nine ini? Apa bedanya peran false nine dengan posisi lain yang sejenis seperti penyerang atau second striker?

Pengertian False Nine

Secara bahasa, false nine berarti sembilan palsu. Sembilan merujuk pada no. 9 yang merupakan nomor tradisional untuk pemain yang berposisi sebagai penyerang. So, kita bisa mengartikan false 9 sebagai penyerang palsu atau penyerang bohongan. False Nine lebih menyerupai posisi second striker (SS) yang merupakan pemain yang bergerak di belakang penyerang. Bedanya, biasanya seorang second striker akan bermain bersama dengan penyerang utama, sedangkan false 9 tidak, yang berarti false 9 merupakan pemain paling depan dalam tim.

Fabregas (Spanyol) sebagai false nine

Fabregas sebagai false nine untuk timnas Spanyol

Adanya false 9 memungkinkan pelatih memainkan formasi tanpa penyerang murni. Karakteristik false nine ini memang berbeda dengan striker target man yang berbadan besar dan menunggu bola di depan dengan tugas hanya untuk mencetak gol. False nine lebih bertugas untuk membuka ruang, menjemput bola serta memberi pressure bagi penyerang lawan.

Seorang false nine juga dituntut untuk lebih fleksibel. Mereka sebisa mungkin bergerak ke segala arah mengikuti pola permainan. Adanya false nine juga akan membuat pemain bertahan lawan menjadi kebingungan karena peran pemain di posisi ini yang berbeda dengan penyerang sehingga kesulitan untuk melakukan marking. False nine juga dituntut memiliki skill mumpuni seperti dribble, passing dan tentu saja finishing.

Sejarah False Nine

Meski bisa dibilang baru populer beberapa tahun terakhir, namun False Nine sebenarnya sudah muncul sejak era sepakbola klasik. Sejarah mencatat pertandingan antara Inggris melawan Hungaria di tahun 1953 menjadi cikal bakal posisi false nine. Saat itu, Inggris dibuat kalang kabur oleh pemain bernama Nandor Hidegkuti, posisi alaminya merupakan penyerang, namun ia lebih banyak turun menjemput bola hingga membuat barisan pertahanan Inggris kocar-kacir. Hasilnya Hungaria menang telak 6-3.

Di era modern, Spanyol mempopulerkan nama False Nine. Dikarenakan kurang moncernya performa penyerang Spanyol, pelatih Spanyol saat itu, Vicente Del Bosque malah menurunkan Cesc Fabregas di posisi depan saat melawan Italia di pertandingan grup EURO 2012. Cesc sejatinya merupakan gelandang, hingga banyak pihak yang bingung dengan taktik Del Bosque. Hasilnya ternyata cukup berhasil. Spanyol berhasil menjadi juara EURO 2012 dengan taktik false nine tersebut.

Banyak juga pemain lain yang bisa dikategorikan sebagai false nine. Francesco Totti pernah dipasang sebagai penyerang bayangan di tahun 2000-an, sementara peran Lionel Messi yang aktif turun menjemput bola dan mengatur tempo permainan sangat mirip dengan peran false nine.

Pengertian False Nine dalam Taktik Sepakbola Modern | Mokhammad Zakky | 4.5

Komentar Mitra Sepakbola